7 Keutamaan Shalat Menurut Al-Qur’an dan Hadis, Nomor 5 Sering Tidak Disadari!

Keutamaan Shalat

Shalat adalah merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan sangat tinggi dalam Islam. Bukan hanya sebagai kewajiban yang harus dikerjakan lima kali sehari, shalat juga menjadi sarana seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon pertolongan, sekaligus memperbaiki kehidupan.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang masih memandang shalat sebatas rutinitas. Padahal, jika dilakukan dengan benar dan penuh kekhusyukan, shalat memiliki banyak keutamaan yang memberikan pengaruh terhadap hati, perilaku, bahkan kehidupan seorang Muslim.

Al-Qur’an dan hadis telah menjelaskan begitu banyak keutamaan shalat. Lantas, apa saja keutamaan tersebut? Berikut tujuh di antaranya.

1. Shalat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Salah satu keutamaan shalat yang paling jelas disebutkan dalam Al-Qur’an adalah kemampuannya untuk menjadi benteng seorang Muslim dari perbuatan buruk.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Ayat ini menunjukkan bahwa shalat bukan sekadar gerakan fisik yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Di dalamnya terdapat dzikir, doa, bacaan Al-Qur’an, ketundukan, dan penghambaan kepada Allah.

Jika seseorang benar-benar memahami makna shalat dan berusaha menghadirkannya dalam kehidupan, seharusnya ibadah tersebut memberikan pengaruh terhadap akhlaknya.

Shalat mengingatkan manusia bahwa Allah selalu mengetahui apa yang dikerjakannya. Kesadaran inilah yang dapat menjadi penghalang ketika seseorang hendak melakukan maksiat.

Namun, kita juga perlu memahami bahwa perubahan tersebut membutuhkan kesungguhan. Shalat harus dijaga kualitasnya, bukan hanya dilakukan sebagai formalitas.

2. Shalat Menjadi Sarana Mengingat Allah

Manusia mudah terlena dengan kesibukan dunia. Pekerjaan, keluarga, masalah keuangan, media sosial, dan berbagai urusan lainnya sering membuat hati jauh dari mengingat Allah.

Di sinilah salah satu fungsi penting shalat.

Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa AS:

“Dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”

(QS. Taha: 14)

Shalat menjadi waktu khusus bagi seorang hamba untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia dan menghadap kepada Rabb-nya.

Bayangkan, dalam satu hari seorang Muslim mendapatkan kesempatan berulang kali untuk meninggalkan aktivitas duniawi, mengambil wudu, berdiri menghadap kiblat, lalu bermunajat kepada Allah.

Karena itu, shalat sebenarnya merupakan nikmat yang sangat besar. Ia memberikan ruang bagi hati untuk kembali mengingat siapa yang menciptakan dan mengatur kehidupan kita.

3. Shalat Membantu Menenangkan Hati

Setiap manusia pasti menghadapi masalah. Ada saat ketika seseorang merasa takut, kecewa, kehilangan, atau bingung menentukan jalan hidup.

Islam tidak mengajarkan seorang Muslim untuk menghadapi semua persoalan hanya dengan kekuatan dirinya sendiri. Allah memerintahkan manusia untuk memohon pertolongan melalui kesabaran dan shalat.

Allah SWT berfirman:

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.”

(QS. Al-Baqarah: 45)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa shalat dapat menjadi salah satu sarana seorang Muslim mencari pertolongan Allah ketika menghadapi kesulitan.

Ketika seseorang bersujud, ia berada dalam posisi yang menunjukkan ketundukan paling dalam kepada Allah. Pada saat itu, seorang hamba dapat mencurahkan kegelisahan, memohon ampun, meminta petunjuk, dan berharap pertolongan-Nya.

Tidak berarti setiap masalah akan langsung hilang setelah shalat. Namun, shalat dapat membantu seorang Muslim memiliki hati yang lebih kuat untuk menghadapi ujian.

4. Shalat Menghapus Kesalahan-Kesalahan Kecil

Keutamaan lainnya adalah shalat menjadi salah satu sebab dihapuskannya kesalahan-kesalahan seorang Muslim.

Rasulullah SAW memberikan gambaran yang sangat indah tentang lima waktu shalat. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, beliau bertanya kepada para sahabat, apakah akan tersisa kotoran pada tubuh seseorang jika di depan rumahnya terdapat sungai yang digunakan untuk mandi lima kali sehari.

Para sahabat menjawab bahwa tidak akan tersisa kotoran pada tubuhnya.

Rasulullah SAW kemudian menjelaskan bahwa demikianlah perumpamaan shalat lima waktu; dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah kepada hamba-Nya.

Meski demikian, penghapusan dosa dalam hadis tersebut dipahami berkaitan dengan dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah.

Karena itu, jangan pernah meremehkan shalat hanya karena merasa memiliki banyak dosa. Justru ketika banyak melakukan kesalahan, seorang Muslim semakin membutuhkan pintu taubat dan kedekatan kepada Allah.

5. Shalat Menjadi Penghubung Seorang Hamba dengan Allah

Inilah salah satu keutamaan shalat yang sering tidak disadari.

Shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk komunikasi seorang hamba dengan Allah melalui bacaan, doa, dzikir, dan penghambaan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya apabila salah seorang dari kalian shalat, maka ia sedang bermunajat kepada Rabb-nya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Perhatikan betapa dalam makna hadis tersebut.

Ketika kita berdiri dalam shalat, kita sebenarnya sedang berada dalam momen yang sangat istimewa. Kita membaca Al-Fatihah, memuji Allah, memohon petunjuk, kemudian melakukan rukuk dan sujud sebagai bentuk ketundukan kepada-Nya.

Itulah sebabnya shalat seharusnya tidak dilakukan dengan tergesa-gesa.

Ketika seseorang memahami bahwa dirinya sedang bermunajat kepada Allah, ia akan berusaha menjaga kekhusyukan dan menghadirkan hati dalam setiap gerakan.

Mungkin inilah alasan mengapa orang yang memahami hakikat shalat tidak ingin sekadar “menyelesaikan” shalat. Ia justru ingin menikmati kesempatan untuk menghadap Allah.

6. Shalat Mengangkat Derajat dan Menghapus Kesalahan

Setiap manusia tentu ingin mendapatkan ampunan dan kedudukan yang baik di sisi Allah. Salah satu jalan yang dapat ditempuh adalah memperbanyak amal ketaatan, termasuk menjaga shalat.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa banyaknya sujud menjadi salah satu sebab seorang hamba mendapatkan peningkatan derajat dan penghapusan kesalahan.

Ma’dan bin Abi Thalhah Al-Ya’mari meriwayatkan bahwa ia bertemu Tsauban RA dan bertanya tentang amalan yang paling dicintai Allah. Tsauban kemudian menyampaikan bahwa ia pernah menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda agar memperbanyak sujud karena setiap sujud dapat menjadi sebab Allah mengangkat derajat dan menghapus kesalahan. (HR. Muslim)

Hadis ini memperlihatkan betapa istimewanya posisi sujud.

Sujud mengajarkan kerendahan hati. Kepala yang biasanya menjadi bagian tubuh yang paling tinggi justru diletakkan di tanah sebagai tanda bahwa manusia hanyalah seorang hamba.

Semakin seseorang memahami makna sujud, semakin ia menyadari bahwa kesombongan tidak memiliki tempat dalam kehidupan seorang Muslim.

7. Shalat Menjadi Bekal Menghadapi Hari Akhir

Keutamaan shalat tidak berhenti pada kehidupan dunia. Shalat juga memiliki kedudukan penting dalam kehidupan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.”

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

Hadis ini seharusnya membuat seorang Muslim lebih serius dalam menjaga shalat.

Kita sering begitu teliti memikirkan pekerjaan, penghasilan, pendidikan, rumah, kendaraan, dan berbagai kebutuhan dunia. Namun, jangan sampai perhatian kepada dunia membuat kita lalai terhadap bekal yang akan dibawa menuju akhirat.

Menjaga shalat bukan berarti kita meninggalkan urusan dunia. Justru seorang Muslim diperintahkan untuk menjalani kehidupan dunia dengan baik sambil tetap menjadikan akhirat sebagai tujuan utama.

Shalat mengingatkan kita bahwa kehidupan ini tidak berlangsung selamanya. Akan ada saat ketika semua manusia kembali kepada Allah dan mempertanggungjawabkan amalnya.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, kita dapat memahami bahwa keutamaan shalat menurut Al-Qur’an dan hadis sangatlah besar. Shalat dapat menjadi benteng dari perbuatan keji dan mungkar, sarana mengingat Allah, penolong ketika menghadapi kesulitan, serta sebab dihapuskannya kesalahan-kesalahan kecil.

Lebih dari itu, shalat merupakan kesempatan seorang hamba untuk bermunajat kepada Allah. Setiap rukuk dan sujud mengajarkan ketundukan, kerendahan hati, serta pengakuan bahwa hanya Allah tempat kita bergantung.

Karena itu, jangan sampai shalat hanya menjadi rutinitas yang dilakukan tanpa memahami maknanya. Berusahalah memperbaiki wudu, bacaan, kekhusyukan, dan ketepatan waktunya. Jika selama ini kita masih sering lalai, jangan berputus asa. Mulailah memperbaikinya sedikit demi sedikit.

Ingatlah, shalat bukan sekadar kewajiban yang harus ditunaikan. Shalat adalah jalan seorang hamba untuk mendekat kepada Allah, membersihkan diri, memperoleh pertolongan-Nya, dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk senantiasa menjaga shalat lima waktu, memperbaiki kualitasnya, serta menjadikannya sebagai sumber ketakwaan dan kebaikan dalam kehidupan. Aamiin. 

Posting Komentar untuk "7 Keutamaan Shalat Menurut Al-Qur’an dan Hadis, Nomor 5 Sering Tidak Disadari!"