Hati Gelisah dan Tidak Tenang? Baca Doa Ini, InsyaAllah Hati Menjadi Tenang!
![]() |
| Berdoa memohon ketenangan hati |
Pikiran terus berputar. Sulit tidur. Mudah khawatir.
Berbagai kemungkinan buruk muncul di kepala. Padahal, secara lahiriah mungkin
tidak ada masalah besar yang sedang terjadi.
Kondisi seperti ini dapat membuat seseorang merasa lelah,
bahkan ketika tubuh sebenarnya tidak banyak melakukan aktivitas.
Dalam kehidupan, setiap manusia dapat mengalami masa seperti
ini. Masalah pekerjaan, keluarga, kondisi ekonomi, hubungan dengan orang lain,
kehilangan seseorang yang dicintai, atau kekhawatiran terhadap masa depan dapat
menjadi sumber kegelisahan.
Seorang Muslim pun bukan berarti tidak pernah merasa takut,
sedih, atau khawatir.
Namun, Islam mengajarkan kita untuk tidak menghadapi semua
kegelisahan itu seorang diri. Kita diajarkan untuk kembali kepada Allah,
berdoa, berdzikir, berusaha mencari jalan keluar, dan bertawakal kepada-Nya.
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah doa untuk memohon
perlindungan dari kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, sifat pengecut,
kikir, beban utang, dan tekanan manusia.
Mengapa Hati Bisa Gelisah dan Tidak Tenang?
Kegelisahan dapat muncul karena berbagai sebab.
Ada orang yang gelisah karena masalah pekerjaan. Ada yang
memikirkan kondisi keuangan. Ada yang sedang menghadapi masalah rumah tangga.
Ada pula yang merasa takut terhadap sesuatu yang belum terjadi.
Terkadang seseorang bahkan tidak dapat menjelaskan dengan
jelas mengapa hatinya terasa tidak tenang.
Dalam kondisi seperti ini, kita perlu membedakan antara
menghadapi masalah dengan mengabaikannya.
Islam tidak mengajarkan kita untuk berpura-pura tidak
memiliki masalah.
Jika ada persoalan yang harus diselesaikan, tetaplah
berusaha menyelesaikannya.
Namun, di samping usaha tersebut, hati juga membutuhkan
tempat untuk bersandar.
Allah berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi
tenteram.”
QS. Ar-Ra'd: 28
Ayat ini mengingatkan bahwa ketenteraman hati tidak hanya
berkaitan dengan keadaan duniawi. Hati juga membutuhkan hubungan dengan Allah.
Karena itu, ketika kegelisahan datang, jangan hanya mencari
kesibukan untuk melupakannya.
Luangkan waktu untuk mengingat Allah.
Berdoa.
Berzikir.
Membaca Al-Qur'an.
Dan memohon agar Allah memberikan kekuatan untuk menghadapi
keadaan yang sedang kita jalani.
Doa Saat Hati Gelisah dan Tidak Tenang
Rasulullah ﷺ
mengajarkan doa yang sangat lengkap untuk memohon perlindungan dari berbagai
bentuk kegelisahan dan kelemahan.
Doa tersebut diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu
'anhu dalam Sahih al-Bukhari 6369. Dalam riwayat tersebut, Anas menyebut bahwa
ia sering mendengar Nabi ﷺ
membaca doa ini.
Bacaan Doa
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allahumma inni a'udzu bika minal-hammi wal-hazan, wa a'udzu
bika minal-'ajzi wal-kasal, wa a'udzu bika minal-jubni wal-bukhl, wa a'udzu
bika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijal.
Artinya:
“Ya Allah,
sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, aku
berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu
dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang
serta tekanan manusia.”
HR. Bukhari no. 6369.
Perhatikan betapa lengkapnya doa ini.
Rasulullah ﷺ
tidak hanya mengajarkan kita untuk meminta agar kesedihan hilang.
Doa tersebut juga mencakup permohonan perlindungan dari
kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kikir, beban utang, dan tekanan dari
manusia.
Artinya, kegelisahan manusia dapat berkaitan dengan berbagai
keadaan dalam kehidupan.
Karena itu, doa ini dapat menjadi salah satu amalan yang
kita baca ketika menghadapi berbagai bentuk tekanan dan kekhawatiran.
Apa Makna “Al-Hamm” dan “Al-Hazan”?
Dalam doa tersebut terdapat dua kata yang sering
diterjemahkan sebagai kegelisahan dan kesedihan, yaitu al-hamm dan al-hazan.
Secara umum, hamm berkaitan dengan kekhawatiran atau beban
pikiran, sedangkan hazan berkaitan dengan kesedihan.
Keduanya merupakan bagian dari pengalaman manusia.
Kita dapat merasa khawatir terhadap sesuatu yang belum
terjadi.
Kita juga dapat merasa sedih karena sesuatu yang sudah
terjadi.
Doa Rasulullah ﷺ
mengajarkan agar kedua keadaan tersebut kita hadapkan kepada Allah.
Ini merupakan pelajaran yang sangat penting.
Kita tidak harus selalu terlihat kuat di hadapan manusia.
Kita boleh mengakui bahwa kita sedang lelah.
Kita boleh mengakui bahwa kita sedang takut.
Dan kita boleh memohon pertolongan kepada Allah atas keadaan
tersebut.
Jangan Hanya Berdoa, tetapi Juga Dekatkan Diri kepada Allah
Doa adalah salah satu bentuk ibadah dan permohonan kepada
Allah.
Namun, ketika hati sedang gelisah, jangan berhenti hanya
pada membaca doa.
Gunakan keadaan tersebut sebagai kesempatan untuk
memperbaiki hubungan dengan Allah.
Luangkan waktu untuk melaksanakan shalat dengan lebih
tenang.
Setelah shalat, duduklah sejenak.
Berdoalah.
Ceritakan kepada Allah apa yang sedang Anda rasakan.
Tidak harus menggunakan kalimat yang panjang.
Anda dapat berdoa dengan bahasa yang sederhana, misalnya:
“Ya Allah, aku sedang merasa lelah. Aku tidak tahu harus
bagaimana menghadapi keadaan ini. Berikan aku kekuatan, tunjukkan jalan yang
baik, dan bantulah aku menghadapi apa yang sedang terjadi.”
Allah berfirman:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku,
maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa
apabila dia berdoa kepada-Ku.”
QS. Al-Baqarah: 186.
Ayat tersebut mengajarkan bahwa Allah dekat dan mendengar
doa hamba-Nya.
Namun, dikabulkannya doa tidak selalu berarti seseorang
langsung mendapatkan apa yang ia minta pada waktu dan bentuk yang ia inginkan.
Karena itu, jangan menganggap doa tidak didengar hanya
karena jawaban belum terlihat.
Tetaplah berdoa dan tetaplah menjalankan kewajiban kepada
Allah.
Ketenangan Tidak Selalu Berarti Masalah Langsung Hilang
Ini merupakan hal penting yang perlu dipahami.
Ketika kita membaca doa untuk memohon ketenangan, jangan
menjadikan doa tersebut sebagai anggapan bahwa semua masalah pasti langsung
selesai.
Bisa saja masalah masih ada.
Utang belum lunas.
Pekerjaan belum mendapatkan kepastian.
Persoalan keluarga belum sepenuhnya selesai.
Masa depan masih belum jelas.
Namun, seseorang dapat mengalami perubahan dalam cara
menghadapi keadaan tersebut.
Ia mungkin menjadi lebih sabar.
Lebih mampu mengendalikan diri.
Lebih yakin untuk terus berusaha.
Dan lebih mampu menyerahkan hasil kepada Allah.
Dengan demikian, ketenangan tidak selalu berarti hidup tanpa
masalah.
Ketenangan dapat berarti memiliki hati yang lebih kuat untuk
menghadapi masalah tanpa kehilangan harapan kepada Allah.
Perbanyak Zikir Ketika Kegelisahan Datang
Selain berdoa, memperbanyak zikir juga dapat menjadi sarana
untuk mengingat Allah.
Salah satu kalimat yang dapat mengingatkan kita kepada sikap
tawakal adalah:
Hasbunallahu wa ni'mal wakil.
Artinya:
“Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia adalah
sebaik-baik pelindung.”
Kalimat ini mengingatkan kita untuk menyerahkan urusan
kepada Allah setelah melakukan ikhtiar.
Ketika menghadapi sesuatu yang berada di luar kemampuan
kita, kita tetap berusaha semampunya, kemudian menyerahkan hasil akhirnya
kepada Allah.
Membaca Al-Qur'an juga dapat menjadi bagian dari usaha
mendekatkan diri kepada Allah.
Jangan hanya membaca Al-Qur'an ketika sedang menghadapi
masalah.
Jadikan Al-Qur'an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Semakin sering kita membaca dan memahami firman Allah,
semakin banyak pula pengingat yang kita miliki ketika menghadapi perubahan
kehidupan.
Jangan Berhenti Berusaha Menyelesaikan Masalah
Doa dan tawakal bukan berarti meninggalkan usaha.
Jika kegelisahan muncul karena masalah pekerjaan, carilah
solusi yang memungkinkan.
Jika berkaitan dengan persoalan keluarga, cobalah
berkomunikasi dengan baik.
Jika berkaitan dengan masalah keuangan, evaluasi pengeluaran
dan cari jalan keluar yang halal.
Jika ada persoalan yang membutuhkan bantuan orang lain,
jangan ragu meminta pertolongan.
Islam mengajarkan manusia untuk berikhtiar sekaligus
bertawakal.
Jadi, ketika hati gelisah, jangan hanya berkata:
“Saya pasrah kepada Allah.”
Tetapi tanyakan juga:
“Langkah apa yang masih bisa saya lakukan?”
Setelah itu, lakukan apa yang mampu dilakukan.
Banyak persoalan tidak harus diselesaikan dalam satu hari.
Terkadang kita hanya perlu mengambil satu langkah kecil
terlebih dahulu.
Jika Kegelisahan Terasa Sangat Berat, Jangan Takut Mencari Bantuan
Ada kalanya kegelisahan muncul karena persoalan hidup yang
jelas.
Namun, ada juga keadaan ketika rasa cemas atau tidak tenang
berlangsung lama dan mulai mengganggu tidur, pekerjaan, ibadah, hubungan dengan
keluarga, atau aktivitas sehari-hari.
Dalam keadaan seperti itu, tetaplah berdoa dan mendekat
kepada Allah, tetapi jangan merasa bahwa mencari bantuan berarti kurang iman.
Berbicaralah dengan orang yang dapat dipercaya.
Jika diperlukan, carilah bantuan dari tenaga profesional
yang kompeten.
Ikhtiar spiritual dan bantuan profesional tidak harus
dipertentangkan.
Keduanya dapat menjadi bagian dari usaha seseorang untuk
menghadapi keadaan dengan lebih baik.
Belajar Menyerahkan Apa yang Berada di Luar Kendali Kita
Salah satu sumber kegelisahan manusia adalah keinginan untuk
mengetahui masa depan.
Kita ingin mengetahui apakah langkah-langkah yang kita ambil
akan berhasil.
Kita ingin tahu apakah masalah akan selesai.
Kita ingin tahu apakah sesuatu yang kita takutkan
benar-benar akan terjadi.
Padahal, manusia memiliki keterbatasan.
Kita tidak mengetahui seluruh keadaan yang akan terjadi di
masa depan.
Karena itu, lakukan bagian yang menjadi tanggung jawab kita.
Rencanakan.
Berusaha.
Berhati-hati.
Minta nasihat.
Kemudian serahkan hasil akhirnya kepada Allah.
Inilah salah satu bentuk tawakal.
Tawakal bukan berarti berhenti berpikir.
Tawakal juga bukan berarti berhenti berusaha.
Tawakal berarti menyadari bahwa setelah seluruh ikhtiar
dilakukan, hasil akhirnya tetap berada dalam ketetapan Allah.
Kesimpulan
Hati gelisah dan tidak tenang merupakan bagian dari
kehidupan manusia.
Seorang Muslim tidak harus berpura-pura selalu kuat.
Ketika sedang khawatir, kita dapat mengadu kepada Allah.
Ketika sedang sedih, kita dapat memohon pertolongan-Nya.
Ketika merasa tidak mampu, kita dapat meminta kekuatan
kepada-Nya.
Rasulullah ﷺ
mengajarkah satu doa :
Allahumma inni a'udzu bika minal-hammi wal-hazan...
Doa tersebut merupakan doa sahih yang terdapat dalam Sahih
al-Bukhari no. 6369.
Selain membaca doa, kita juga perlu memperbaiki shalat,
memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, berusaha menyelesaikan masalah, dan
belajar bertawakal.
Ingatlah bahwa ketenangan tidak selalu berarti semua masalah
langsung menghilang.
Terkadang ketenangan hadir dalam bentuk hati yang menjadi
lebih kuat untuk menghadapi masalah yang masih ada.
Jadi, ketika hati terasa berat, jangan buru-buru menyerah.
Berhentilah sejenak.
Tarik napas.
Berwudhulah jika memungkinkan.
Laksanakan shalat.
Angkat tangan dan berdoalah kepada Allah.
Kemudian lakukan satu langkah yang masih mampu Anda lakukan.
Boleh jadi keadaan belum langsung berubah.
Tetapi dengan pertolongan Allah, kita dapat memiliki
kekuatan untuk melewati apa yang sedang kita hadapi.
Semoga Allah memberikan ketenangan kepada setiap hati yang
sedang gelisah, memberikan kekuatan kepada mereka yang sedang menghadapi ujian,
meringankan beban mereka yang sedang kesulitan, dan menunjukkan jalan keluar
yang baik.
Aamiin.
FAQ
1. Apa doa yang dibaca ketika hati sedang gelisah?
Doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ
yaitu:
Allahumma inni a'udzu bika minal-hammi wal-hazan, wal-'ajzi wal-kasal, wal-jubni wal-bukhl, wa ghalabatid-daini wa qahrir-rijal.
Doa ini terdapat dalam Sahih al-Bukhari dan diriwayatkan
dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
2. Apakah membaca doa dapat membuat hati langsung tenang?
Doa merupakan salah satu bentuk ibadah dan ikhtiar untuk
memohon pertolongan Allah. Namun, tidak tepat menjadikannya sebagai jaminan
bahwa masalah akan langsung hilang setelah doa dibaca. Ketenangan dapat hadir
melalui berbagai bentuk, termasuk kemampuan untuk menghadapi masalah dengan
lebih sabar dan tawakal.
3. Apa ayat Al-Qur'an untuk hati yang gelisah?
Salah satu ayat yang sering menjadi pengingat adalah QS.
Ar-Ra'd ayat 28 yang menyebut bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ayat ini mengajarkan pentingnya dzikrullah dalam kehidupan seorang
Muslim.
4. Apa yang harus dilakukan jika hati tetap gelisah setelah
berdoa?
Tetaplah berdoa dan beribadah, tetapi jangan berhenti
melakukan ikhtiar. Cobalah mencari penyebab kegelisahan, menyelesaikan
persoalan yang dapat diselesaikan, berbicara dengan orang yang dipercaya, dan
mencari bantuan profesional jika kegelisahan berlangsung lama atau mengganggu
aktivitas sehari-hari.
5. Apakah tawakal berarti pasrah tanpa berusaha?

Posting Komentar untuk "Hati Gelisah dan Tidak Tenang? Baca Doa Ini, InsyaAllah Hati Menjadi Tenang!"